Friday, April 29, 2011

Antagoniskah perspektifku?

Biar kontang lautan cahaya diseluruh pelusuk semesta
Seolah tiada konotasi penting bagi sang buta
Biar kering seluruh gegak gempita di alam buana
bagai tiada definisi apa-apa bagi yang hilang mampu dengar
Namun kini seluruh umat lemas dalam arus tanpa senjata
Seluruh umat lumpuh untuk mendengar yang haq dan benar semata
Seluruh warga terjerut dalam monolog kuasa dan takhta
Monolog rekaan maharaja tanpa takhta dan tanpa kasihan
Antaogoniskah aku jika aku hanya ingin berbicara yang sebetulnya?


Bingit-bingit pekik lolong panglipurlara media
Seolah tak pernah kenal erti syurga dan mahsyar
Seluruh warga digari mata untuk terus menatap drama tanpa benang
Dilucutakn segala yang menutupi dan diangkat menjadi realiti bodoh sepanjang masa
Di atur susun epilog kisahnya agar tirai besi manjadi santapan akhirnya
Agar kisah dongeng dahulukala berulang semula
Pengganaskah aku jika aku punya perspektif berbeda ?

Norma dan Dogma bagai tiada beda dalam atmosfera tebal fitnah
Aku dipaksa akur dengan realiti yang hakikatnya hanya sebuah cereka
Aku terus dihidang jamuan kisah tanpa benang dari belakang ke depan
Sampai bila tempur ini akan terus beraja ..
Aku bukan Hang Tuah Yang tunduk patuh pada tanpa menyoal hak dan batil
Aku bukan Jebat yang bangkit bertempur dengan Raja tanpa adil
Aku cuma suara dalam kelemasan dosa pertempuran kuasa
Aku cuma suara dalam kebingitan hilai tawa fitnah ..
Aku cuma ingin bernafas pada udara yang tunduk patuh pada tuhannya
Udara yang mengaulakan syariat diatas segala ...

RYUJI KIMURA , APRIL 2011

Saturday, March 26, 2011

PERJUANGAN BELUM SEMPURNA

Perjuanganku bermula ditanah gersang ...
Penuh onak dan cabaran...
Bergadai harta dan keringat menggila
Namun haruskah aku mundur ....
Perjuangan bukan hanya mengangkat senjata
Bukan hanya pekik laungan tanpa warna dan makna
Perjuangan ialah mengubah dunia yang statik dan stigma
Dunia yang penuh dengan edan dan hipotetikal sahaya
Anak muda hanya terus hanyut
Hanya tahu kerdip cahaya didalam ruang gelap
Bergerak dansa mengikut alunan lagu yang tanpa makna
Ditemani titis-titis alkohol yang membawa ke lembah hina
Dan ini realiti dunia dan anak muda
Dan apakah aku boleh berundur
Disaat dunia dan anak muda terus kabur
Kabur dalam kabus dunia

AMIR - 2011

Wednesday, October 20, 2010

EPILOG REMBULAN DAN MENTARI




Saat mentari kian serik untuk berdansa
Saat rembulan mengetuk mesra pintu senja
Ufuk merah seolah mengajakku berbicara
Mengurai indah tentang masa silam

Lantas intusiku berbisik indah
Mengenangkan aku tentang mimpi yang kian rapuh dari ranting asa
Sejenak langkahku mula dicitra oleh minda
Hanya meninggalkan jejak luka masa silam

Lantas sinar hakikat seolah membawa anak mataku beradu
Mungkin silaunya yang mengukir air di muara mataku
Atau jiwaku yang meronta untuk meluah rasa sendu
Mungkin takdirku telah tersurat begitu

Siulan tawanya pernah menjemput mindaku untuk bertinta
Adakah hatiku hanya bait-bait indah lagu pengorbanan
Bodohkah aku jika bahagianya yang ku pilih
Meski ia membuatku terluka
Meninggalkan aku sendiri termanggu mencari bayangan yang hilang dalam terang

Mungkin takdirku hanya epilog hiba sang rembulan
Hanya dibutuh saat jiwa kosong tanpa teman
Dan ditinggal jauh saat dunia di atas awangan
Adakah aku sang egois jika aku terus bertahan

Aku hanya bisa mengukir indah senyuman
Meski hati masih bertinta tentang erti manusia dan perasaan
Aku cuba berdiri ditengah riuk-pikuk kenyataan
Menjadi musuh pada diktator dogma dunia
Antagoniskah aku jika perspektifku kini berbeda

Kini fajar mulai membuka pintu pagi,
Dan tintaku kini hanya muzika kekuatan
Perspektifku kini bukan berpaksi pada momok kosong hati
Momokan kosong yang beruntai dari dogma duniawi


HASIL NUKILAN RYUJI....OKTOBER 2010

Tuesday, June 1, 2010

Lakaran kemanusiaan


Lakaran kemanusiaan
Terkadang terlalu abstrak untuk ditafsirkan
Intuisi yang kian basi dek kerna laungan tanpa suara
Mereka yang seagamamu diinjak hina di bumi anbia
Dirakus semangat hidupnya oleh merka yang tak punya rasa
...Manusiawikah kita jika titis air matanya tanpa bela kita
Kadang aku mentafsir manusia
Sang hipokrasi yang hanya bisa bertinta
Tanpa bangkit membela
Soalnya ..sampai bila

Tuesday, May 25, 2010

Aku dan kehidupan


Aku cuba menilai erti sebuah kehidupan ...
Namun persepsiku terkadang terlalu sepi untuk menyendiri ....
Butakah mataku jika dunia lemas dalam kegelapan ...
Bisukah aku jika manusia bingit dengan keangkuhan ...
Pekakkah aku jika aku jika insan lelah dalam kealpaan untuk menilai ...
Aku cuba menduga dunia dan kehidupan ....
Aku cuba memahami norma sadis kemanusiaan ....

Aku cuba menimbang perasaan ..
Namun neraca minda terlalu rapuh untuk menilai hati...
Antagoniskah aku jika aku cuba melawan dunia ...
Bukan aku yang melawan dunia ....
Dunia yang kabur untuk mengerti definisi insani ...

Aku cuba mencari erti kehidupan dalam kegelapan ....
Aku cuba mendengar esak tangis kemanusiaan ...
Aku cuba melihat dari perspektif kehambaan ....
Aku cuba berbicara dalam bisikan alam ....
Dan kini aku mengeri konsep kehidupan ....

Aku,kini dan destinasi ....
Warkah keinsafan dari hati yang telah lama kelam ....
Aku mencari apa yang telah aku punya...
Aku bertanya apa yang telah aku tahu ....
Sinonimkah aku dengan kebodohan ...
Kini aku sedar ....
Destinasi ku adalah keredhaan pencipta
Sedih tawaku hanya milik-Nya ...
Perih juangku hanya untuk menegakkan agama-Nya ....
Hidup matiku ku serahkan pada-Nya...
Kerna ku tahu....
Dialah segalanya untukku....
Tiada yang lain ...
Dialah Tuhanku.....

DANSA KEMANUSIAAN

Perspektif minda tentang dansa kemanusiaan..
Membuatku hatiku mula berintuisi dengan puisi alam
Aku cuma sang kembara yang ingin tahu tentang dunia ...
Ingin tahu tentang persepsi insaniah dalam kepelbagaian
Adakah aku sang hipokrasi jika ku cuma ingin tahu ..
Aku cuma ingin tahu...

KHABAR DARI REMBULAN



Mungkin perkhabaran dari rembulan ...
x seindah tarian mimpi yang berdansa di atas tangisan ...
aku masih menyendiri ...
kembara mencari sesuatu ....
bukan aku yang mencari sesuatu ...
...sesuatu yang kembali menghantui aku ...
Sadiskah hati jika ingin mentafsir perasaan ...
Anatgoniskah jiwa jika cba mentafsir kehidupan ...
dari kaca gelap ...sisi hidupku